Pages

8.06.2013

Romansa

Berbicara meninggi.
Membenarkan diri satu sama lain.
Memenangkan argumen pribadi.

Benci.
Amarah.
(mungkin) dendam.

Akhirnya,
menyerah pada kata 'cinta'.
Memang seperti itu kan cinta?
Diciptakan untuk mengatasi hal-hal seperti ini.

Aku,
ataupun kamu
Benarkah pernah saling jatuh cinta?
Meragukan.
Ah! sudahlah!

Seperti katamu,
"Mencintai seseorang hanya menambah kemelekatan dan pada akhirnya setiap orang akan bepisah dan yang ada hanya kesedihan"

Anastasia Salam.

4.21.2013

Penting untuk menjadi orang yang bisa dipercaya.

Tapi, sungguh tidak penting memercayakan seseorang (kecuali dalam hal pekerjaan tentunya).
Sebelum rusak, seharunya benar-benar tak usah diberikan.

Damn It!

4.14.2013

" "


Aku rindu.
Sampai bosan.
Kemudian rindu lagi.
Sampai rasanya airmata tak lagi mampu menggantikan kerinduan.
Seperti biasanya.

Bermimpi lagi.
Tentang pertemuan kita.
Tentang pelepasan kerinduan.
Tentang jawaban atas realita semenjak lima tahun yang lalu.

Bisakah?
Memelukmu?
Bersandar di pundakmu?
Atau hanya sekedar meminta kekuatan dari tajamnya tatapanmu.

Aku merindukanmu...
Sungguh.
Haarus berapa banyak lagi kata yang kuutarakan?
Berapa banyak lagi waktu yang kulalui?
Berapa banyak lagi mimpi yang tinggal jadi asa?

Rindu.

4.09.2013

Cerita hari ini.


Ada saatnya harus diam.
Ketika asa tak menjadi nyata.
Ketika pinta tak menjadi realita.

Ada saatnya harus berubah.
Ketika mereka bosan mendengarmu,
melihatmu,
dan menyadarimu.

Ada saatnya lelah itu datang.
Ketika kata menjadi sunyi.
Ketika pandangan menjadi gelap.
dan Ketika kebenaran menjadi bahan tertawaan.

Kali ini, aku ingin memelukmu.
Bersandar pada tegapnya bahumu.
dan mengeluh,
'aku lelah'

3.31.2013

De Javu



Perlu, kemudian bergerak.
Butuh, kemudian melakukan.

Jika tidak?
Bisanya hanya diam.
Tidur.
Mematisurikan diri.
Parahnya, meminta keadaan baik-baik saja.

Punya otak kan? Tolong digunakan.

Meracau

Karna kau bosan mendengar keluhanku.
Aku diam.

Karna kau tak lagi mau menerima pendapatku.
Aku diam.

Aku sebenarnya tak suka diam.
Karena kau benci 'suara'ku,
Aku diam.

Karena apa yang aku tidak suka lakukan pun, aku lakukan, baiknya kau juga diam.
Jangan berkicau! Berisik!

Sampah ?




Tak perlu dengarkan. Aku pun tak lagi ingin didengarkan.
Toh aku sudah bosan dengan seluruh pernyataan tentang betapa buruknya sikapku dimatamu.
Iri?
Mungkin. Aku tak tau pasti. Karena aku memang belum pernah berdiri ditempatmu.
Yang bisa kupastikan, aku jijik melihatnya.
Jika memang bisa menyenangkan, silahkan.
Tapi jangan disini.
Aku muak!